Koruptor Di Mata Korban Cambuk
2008-06-12
Seorang remaja berjilbab putih berdiri di depan pintu rumahnya. Sosok perempuan tua, mungkin neneknya, terlihat ramah menyertai gadis berkulit kuning langsat itu. Kira-kira umur gadis itu tidak lebih dari 21 tahun. Di awal perbincangan ia tidak lupa menjelaskan supaya namanya tetap dirahasiakan lantaran keluarga besarnya tidak mau masa lalunya di ungkit-ungkit lagi. ”Ini sebuah takdir yang harus saya lewati,” ujar Dahlia (bukan nama sebenarnya). Selengkapnya
“Syariat Islam Tidak Identik dengan Cambuk”
2008-06-16
Dr. Nurjannah Ismail MA
Beberapa waktu lalu, kontributor Desantara sempat mewawancarai Dr. Nurjannah Ismail, MA perihal wacana syariat Islam NAD yang marak dipebincangkan di Indonesia. Staf pengajar Fakultas Tarbiyah IAIN Ar-Raniry Banda Aceh kelahiran Krueng Panjoe 07 Juni 1964 yang menyelesaikan program doktoral ilmu tafsir di Yogyakarta ini perspektif lain dalam memandang persoalan syariat Islam di Aceh. Bagi Dr. Nurjanah, sebelum diformalisasi, Aceh lebih Islami.
SelengkapnyaKasus Pelanggaran Kebebasan Beragama Di Jawa Barat
2008-06-16
Oleh Desantara / Ingwuri Handayani
Harus diakui, bahwa diskriminasi dan intoleransi terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan di Jawa Barat masih memprihatinkan. Banyaknya kasus pelanggaran ini, sebagaimana dilansir oleh jaringan kerja Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (Jaker PAKB2) saat melakukan sosialisasi di hotel Mitra, 9 Juni 2008 kemarin.
Politik ‘Pangestu’ dalam Perilaku Elite Modal dan Lestarinya Piramida Sosial Sisa Warisan Kolonial
2008-06-17
(Refleksi Pendampingan Masyarakat Sedulur Sikep terhadap Ancaman Pembangunan Pabrik Semen I)
Oleh Desantara / Akbar Yumni
Nalar modal (ekonomi) pada dasarnya tidak akan pernah seiring dengan nalar entitas manusia (masyarakat). Problemnya adalah bagaimana konsepsi manusia itu sendiri juga masih mengundang banyak prespektif yang masih layak didiskusikan, sehingga ketika ada kebijakan tentang ekonomi tidak serta merta mengorbankan cara pandang masyarakat yang berasal dari wilayah-wilayah yang dimarginalkan (baca:minoritas). Problem inilah yang kemudian jargon atas nama ‘pembangunan’ yang dilayangkan pada masa Orde Baru, ‘masyarakat yang beradab’ pada masa kolonial, sampai atas nama ‘objektifitas’ dalam ilmu pengetahuan. Selengkapnya
Aspek Struktural dan Aspek Prosesual Ideologi
2008-06-17
Dalam ilmu-ilmu sosial yang berbicara tentang pengetahuan atau kognisi, ada dua disiplin besar, yakni psikologi dan antropologi. Psikologi memandang bahwa pengetahuan didapatkan dari proses perkembangan subjek sendiri. Antropologi melihat bahwa pengetahuan diperoleh dari proses kultural.
Teori kognisi ini kalau ditelusuri ke belakang, menemukan akarnya pada perdebatan antara David Hume dengan Immanuel Kant. Hume melihat bahwa pengetahuan merupakan pemecahan individu terhadap problem alamiah yang dihadapi individu tersebut ketika berhubungan dengan lingkungan dan orang lain.
SelengkapnyaMembaca Etnografi
2008-06-17
Akhir-akhir ini, metode etnografi semakin banyak digunakan oleh para peneliti untuk menggambarkan kebudayaan atau masyarakat. Seorang peneliti terkenal, Geertz, pernah mengatakan, ”Jika kita ingin mengetahui apakah yang disebut dengan ilmu, maka pertama-tama bukanlah memahami teori atau temuan-temuannya, melainkan apa yang dipraktikkan oleh peneliti tersebut”. Lantas dia menambahkan, “Praktik itulah yang disebut sebagai etnografi”.
Secara klasik, etnografi diberi batasan sebagai deskripsi dari kebudayaan tertentu yang diperoleh dari penelitian lapangan. Biasanya etnografi berbentuk esei, dan dipublikasikan dalam jurnal atau monografi panjang: sebuah bentuk laporan dari peneliti kepada publik yang lebih luas.
SelengkapnyaSejarah Kegilaan dan Konstruksi Kebenaran
2008-06-17
Oleh Desantara / MH. Nurul Huda
Anda mungkin ingat, pada tahun 2002, sebuah film berjudul A Beautiful Mind John Nash peraih Nobel matematika yang juga penderita schizophrenia. Asal tahu saja, film itu lalu dikritik habis-habisan oleh beberapa pengamat film dan perusahaan film pesaing, gara-gara dianggap mengabaikan sisi homoseksualitas dan kecenderungan anti-Semit yang ada pada diri Nash. Sementara itu, penulis biografi Nash, Sylvia Nasar, meskipun membelanya namun ia malah menulis bahwa karya-karya tulis anti-Semit dari Nash lebih merupakan wujud dari sakit jiwanya ketimbang kefanatikannya. dinominasikan meraih piala Oscar. Kisah dalam film tersebut adalah karya
Selengkapnya
Peta Kebudayaan dari Kacamata Sosiologis
2008-06-18
Belakangan ini, kebudayaan menjadi salah satu kosa kata yang sangat sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Kosa kata kebudayaan digunakan hampir di sembarang tempat dan barangkali tidak bisa dihindari untuk tidak digunakan. Meskipun demikian, tak seorang pun mampu mendefinisikannya secara jitu, apa arti sesungguhnya kebudayaan. Ada begitu banyak arti yang terkandung di dalam kosa kata kebudayaan. Selengkapnya
Margot Badran
2008-06-18
Jum’at 13 Juni 2008, Desantara berkesempatan menemui Margot Badran, pengarang buku terkenal Feminists, Islam, and Nation: Gender and the Making of Modern Egypt, di Aminef Foundation, Gedung Balai Pusataka Jakarta Pusat. Pertemuan dalam “group discussion” yang difasilitasi oleh Kedubes AS di Jakarta ini dihadiri tidak lebih dari sepuluh orang dari kalangan pegiat perempuan dan Islam. Tercatat Prof. Dr. Nazarudin Umar , MA. (Depag RI), Lies Marcoes Natsir (Asia Foundation), Syamsiah Ahmad (Komnas Perempuan), Srinthil Kajian Perempuan Multikultural –Desantara Foundation, KPI dan sebagainya.
SelengkapnyaDatabase Pelanggaran Kebebasan Beragama Di Jawa Barat
2008-06-20
Pemantauan yang dilakukan selama enam bulan ini, setidaknya menemukan hasil demikian: satu orang tertusuk saat ingin melakukan mempertahankan akidahnya, adanya diskriminasi pencatatan nikah sejumlah 111 kasus, adanya diskriminasi di tempat kerja yang mengakibatkan terhambat kenaikan pangkat, penolakan tugas karena berbeda akidah, adanya kasus pelarangan aliran kepercayaan (di Jawa Barat sendiri, sedikitnya ada 6 aliran kepercayaan).
Link terkait: Kasus Pelanggaran Kebebasan Beragama Di Jawa Barat
Diskusikan persoalan kebebasan beragama dan berkeyakinan disini
Selengkapnya[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] [9] [10] [11] [12] [13] [14] [15] [16] [17] [18] [19] [20] [21] [22] [23] [24] [25] [26] [27] [28] [29] [30] [31] [32] [33] [34] [35] [36] [37] [38] [39] [40] [41] [42] [43] [44] [45]


