Essai dan Artikel
Giliran Perempuan Menolak Pabrik Semen di Pati
| 2008-07-15
Gunarti mengaku tahu banyak tentang rencana pendirian pabrik semen yang akan dilaksanakan PT Semen Gresik Tbk karena ia aktif bersama kakaknya, Gunretno, serta lembaga swadaya masyarakat ataupun kalangan perguruan tinggi yang bertemu dan berdiskusi tentang proyek itu.
Menurut Gunarti, yang selalu mengenakan kain dan kebaya warna hitam, dalam kurun waktu sebulan terakhir sudah beberapa kali digelar pertemuan dengan kaumnya yang dihadiri wakil dari 10 desa.
”Setelah kami jelaskan secara terbuka, banyak kaum saya di Desa Kedumulyo menolak rencana pendirian pabrik semen. Areal sawah yang bakal tergusur ada di desa itu,” katanya.
Sanggahan
Direksi PT Semen Gresik (Persero) Tbk kemarin melayangkan sanggahan atas berita ”Penelitian ESDM-SG-Undip Dinilai Tak Layak oleh Peneliti UGM-UPN” (Kompas 12/7). Menurut Kepala Divisi Komunikasi Saifuddin Zuhri, pihaknya tak pernah ”memesan” pekerjaan kepada Direktorat Tata Lingkungan Geologi dan Kawasan Pertambangan, Departemen ESDM, dan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Undip.
”Sampai saat ini masih dilakukan studi amdal oleh PPLH Undip yang hasilnya dijadwalkan selesai September 2008. Kepada semua pihak diharapkan saling menghargai sesama institusi perguruan tinggi dan lembaga pemerintah yang mempunyai kompetensi dalam masalah ini. Apalagi menuduh sebuah rencana yang mendapat izin resmi pemerintah dengan sebutan ilegal,” ujar Saifuddin Zuhri. (sup/asa) Kliping Desantara dari Kompas.Com
- Politik ‘Pangestu’ dalam Perilaku Elite Modal dan Lestarinya Piramida Sosial Sisa Warisan Kolonial
- Salah Paham atas Sedulur Sikep
- Behind The Scene "Lari dari Blora”
- Membaca Dokumen Multikultural Di Kabupaten Pati Saat Ini
- Representasi dalam Spiritualitas Sedulur Sikep
Tulisan Terkait
- Gus Dur dan Penghargaan Perdamaian dari Taman Amir Hamzah
- Sinden Yeyen dan Sumarni
- Hubungan Bapak dengan Kami
- Batak: Penjajah (Identitas)?
- Isi SKB 3 Menteri Tentang Ahmadiyah
- Isi SKB 3 Menteri Tentang Ahmadiyah
- Madura: Sejarah, Sastra, dan Perempuan Seni
- Suhadiyah: Tandha’ Balik Arus Patriarki Madura
- “Titip Sampah” Sebagai Sebuah Wujud Keragaman dalam Penanganan Sampah Masyarakat Kota Medan
- Imam Perempuan dan Tubuh Tuhan

