![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
![]() | ![]() | ![]() | ![]() |
Selain Kajian Perempuan Multikutural (KPM), SRINTHIL melakukan penerbitan rutin dalam bentuk jurnal perempuan, kali ini KPM SRINTHIL menelorkan Film bertema Perempuan Multikultural. Film ini digagas sebagai hasil dari respon kreatif Desantara dalam menyajikan dan menyebarluaskan ide-ide keragaman perempuan di Indonesia. Gagasan film ini dimulai dari perbincangan internal di Desantara yang ingin menegaskan pentingnya memahami kekuatan dan geliat perempuan “marjinal” di tengah sistem patriarkis yang kapitalistik. Film ini diambil dari kisah perjuangan hidup penyanyi kampung di sebuah desa di Indramayu (daerah Pantura) yang bisa memainkan pertunjukan organ tunggal dan kasidah – tergantung situasi dan permintaan.
Dalam posisi seperti apa Desantara harus menempatkan diri di tengah perubahan sosial, politik dan kebudayaan yang tengah berubah saat ini? Seiring pertambahan usia lembaga Desantara, adanya perubahan-perubahan dinamis di sekitar lokasi-lokasi kerja Desantara menuntut respon cepat tanggap dari Desantara sendiri. Misalnya, sekitar 8-10 tahun yang lalu, sulit membayangkan di Pati Jawa Tengah terjadi perubahan signifikan bagi munculnya gerakan petani Pati seperti yang ramai dibicarakan saat ini. Di Pati Selatan, tepatnya di kecamatan Sukolilo, gerakan petani ini terkonsolidasi melalui kesadaran untuk membela konservasi ekologi Gunung Kendeng.
Gelar workshop Desantara kali ini terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur. Worksop ini diberi judul, Pelatihan Menulis dan Penelitian Dasar Kualitatif. Acara ini digelar di Guest House, Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur (11-19 Maret 2010). Workshop ini adalah fase lanjut dari pelatihan menulis yang digelar sejak akhir tahun 2009. Bersama lembaga Naladwipa, Desantara mengajak kaum muda aktivis mahasiswa, gerakan LSM, untuk bersama-sama mempelajari secara reflektif proses perubahan sosial budaya, ekonomi-politik di Kalimantan Timur.