Home
Suhadiyah: Tandha’ Balik Arus Patriarki Madura
ImageMenjadi seorang tandha’ bukanlah hal yang mudah. Meski seni tayuban Madura tidak terlampau menonjolkan aspek gerak tari, namun kemampuan ngejhung (tembang) mutlak harus dikuasai oleh seorang tandha’.

Suhadiyah, seorang perempuan tandha’ asal Banyuwangi, mengaku baru merasa benar-benar menjiwai profesinya sejak lima tahun lalu.

 
Madura: Sejarah, Sastra, dan Perempuan Seni
ImagePerempuan seni dalam dimensi patriarki masyarakat Madura, telah menciptakan kelonggaran relasi gender. Seni pertunjukan yang tidak meninggalkan tradisi diasporik masyarakat Madura telah memposisikan perempuan dan laki-laki sebagai elemen pembentuk
 
Batak: Penjajah (Identitas)?
ImageOleh: Erlin Sitinjak

Mungkin, pertanyaan itu tidak pernah terlintas di benak Anda. Bahkan, Anda sama sekali tidak ingin mengajukan pertanyaan serupa itu karena Anda memang tidak punya alasan, kepentingan, latar belakang, atau apapun namanya, untuk mempertanyakannya. Namun, bila seseorang yang sedang duduk tepat di depan hidung Anda membuat sebuah pernyataan bahwa Batak adalah penjajah, adakah Anda, sebagai bagian dari republik yang ber-Bhineka Tunggal Ika ini, pernah tergugah untuk mempertanyakan maksud orang tersebut?
 
Agenda 4 Agustus 2008
Image  Sekolah Multikultural di Mataram NTB. Pelaksanaan Sekolah Multikultural Desantara angkatan 2008, untuk Mataram diundur pada pada 4-9 Agustus 2008.
Silahkan kontak   Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya untuk info lebih jauh. Klik disini untuk info sekolah Multikultural Dan disini untuk kisah sukses Sekolah Multikultural Medan dan  Makassar
 
Hubungan Bapak dengan Kami
Image(Sebuah Cerita dari Keluarga Etnis Mandailing)

Oleh: Farid Aulia

 “ Si Farid harus jadi seperti si Farid
 Nggak bisa dipaksa menjadi orang lain” 

 Sepenggal kutipan ini merupakan pernyataan orangtua saya ketika kami makan malam bersama. Duduk 

 
Sinden Yeyen dan Sumarni
 Dominasi Pengrawit Perempuan Madura dari Nayaga, Ron-toron sampai Tandha’

Jika seni karawitan atau tayuban di berbagai daerah di pulau Jawa lazim dimainkan oleh laki-laki, maka tidak demikian di kabupaten Sumenep, Madura. Beberapa kecamatan di Sumenep, terutama kecamatan Kalianget dan Saronggi, seni karawitan atau kaleningan (tayuban) didominasi oleh kaum perempuan. Ada sekitar 27 kelompok karawitan di kabupaten Sumenep, dan lebih dari dua pertiganya didominasi oleh pengrawit perempuan.
 
Jalanan, Perlawanan dan Pengakuan
ImageOleh Gama Triono

“Masih kecil kok Merokok!!!”
“Nguyuh rung lempeng kok wis ngrokok, mabuk, mendem!!!”
“Hus, cah cilik kok omongane saru!”
“Rung iso golek duit dewe kok wis ditindik!”
“Kitik denga pe nggo ka ngisap!”
“Masih ingusan kok udah mabuk-mabukan!?”
“Belum bisa cari uang sendiri kok udah mabuk-mabukan!?”
 
Gus Dur dan Penghargaan Perdamaian dari Taman Amir Hamzah
ImageDesantara.Org 

“Belajarlah dari Jepang!” demikian ungkap Gus Dur singkat.  Ungkapan singkat namun lugas ini diungkapkan Abdurrachman Wahid, yang biasa dipanggil Gus Dur, mengawali sambutan acara pemberian penghargaan perdamaian oleh The Wahid Institute kepada Mr. Daisaku Ikeda pada Senin14 juli 2008 di Jakarta. Sayangnya, acara bahagia ini tidak bisa dihadiri langsung oleh Mr. Daisaku yang menjabat Presiden Soka Gakkai International University Jepang. Akhirnya penghargaan kepada Daisaku Ikeda yang juga dikenal sebagai seorang filsuf yang memiliki kontribusi besar terhadap perwujudan perdamaian dan tercipatanya dialog antarbudaya, serta pendidikan ini diwakilkan kepada putera beliau. 

 
Giliran Perempuan Menolak Pabrik Semen di Pati
 Desantara.Org/Kliping

Upaya penolakan rencana pendirian pabrik semen di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terus berlanjut. Kini kaum perempuan juga ikut terlibat, bahkan cenderung lebih intensif dibandingkan dengan kaum pria.

Menurut Gunarti, tokoh perempuan muda dari Sedulur Sikep, Senin (14/7), langkah yang ditempuh kaumnya didasari atas kenyataan bahwa kehidupan rumah tangga tidak terlepas dari peran suami dan istri. ”Apalagi ini sudah menyangkut tentang sumber penghasilan dan sumber kehidupan kami, yaitu sawah, tegal, dan pekarangan kami,” tuturnya.

 
Komunitas NU-AS: Islam-Barat Harus Saling Memperkaya
Image Kliping Berita
Dunia Islam dan Barat tidak harus dipandang secara antagonis dan bertentangan. Keduanya harus saling melengkapi dan memperkaya. Itulah pikiran utama yang mengemuka dalam acara deklarasi berdirinya Komunitas Nahdlatul Ulama Amerika Serikat (KNU-AS) hari ini di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat.
 
Dari Sekolah Multikultural Desantara yang Tak Besar-Besar
ImageOleh: Muhammad Ridha

 Kalau menarik ke fokus pelatihannya, sekolah multikultural, kita tidak akan percaya dengan kenyataan peserta yang hanya membicarakan hal-hal kecil pengalaman mereka menyikapi perbedaan dan mengelolanya. Kita lebih percaya sekolah multikultural ini sebagai sekolah bebas yang mencoba merenda kesederhanaan gagasan mulai dari tingkat yang kecil-kecil. Mencoba mencatatkan hal-hal kecil di sekitar sekolah yang memberi pesan-pesan untuk diapresiasi.

 

 
Suara dari Pinggiran Glodok
 Catatan pengamatan dan refleksi kultural etnis tionghoa di kawasan Pecinan pasar Glodok Jakarta 

 Minggu siang yang cerah, mentari menyengat kulit dengan lengas. Aku tiba di stasiun Jakarta Kota sekitar jam satu siang, berjalan di tengah riuh rendah suara lokomotif dan pedagang asongan. Nampaknya pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan stasiun dan jalanan di seberang hampir usai. Selama itu belum rampung, hanya ada satu pintu masuk yang bisa digunakan mengakses stasiun dan loket penjualan tiket kereta, pintu yang lain belum bisa digunakan.

 
The Scapegoat of the Politics of Heretic
Image Desantara Report on Minority Issues

The heretic fatwa that has been released by Indonesia Ulema Council strikes countless victims. It is not only for Islamic sect, but also for community that posses their own system of beliefs. Madi of Salena Community is one of the recent cases. Madi the Kaili Religion Evangelist and ordinary martial arts teacher shot dead by Special Detachment 88 for being judged (his teaching) heretic by the fatwa. Fatwa, in this context, means not only an opinion of certain group in seeking the truth but reach beyond, it become a judge to justify what is truth and what is heretic, based on certain interest, among differences.
 
Politik dan Modal dalam Reproduksi Kesenian
 Di suatu malam, tiga puluh tahun lalu, beberapa seniman yang dimotori Hasan Ali mengadakan rekaman lagu-lagu Banyuwangi terutama Anglung dan Gandrung. Sebuah ruangan di belakang Pendopo Kabupaten Banyuwangi disulap menjadi studio, karena tempatnya yang sunyi dan amat mendukung berjalannya proses rekaman. Maklum, teknologi rekam waktu itu belum mengenal teknik dubbing.
 
Slamet Menur, Sebuah Anomali dalam Industri Kesenian
 Slamet Abdul Rajat, begitu nama lengkap seniman gaek asal Banyuwangi ini. Seolah tak mau hanyut oleh gegap gempita komersialisasi kesenian, pria berusia 65 tahun ini tetap memegang teguh prinsip realisme dalam berkesenian. Seni yang seyogyanya ambil bagian dalam penyadaran masyarakatnya. Di kalangan para seniman Banyuwangi, Slamet Abdul Rajat populer dengan nama Slamet Menur. Menur adalah nama usaha percetakan dan jasa reklame yang dimilikinya. Walau telah memiliki sumber ekonomi sendiri, Slamet Menur seolah tak mau terlena.
 
Islam Kutai dan Persinggungan Politik

ImageBelakangan ini, sebenarnya sejak berlakunya otonomi daerah, suara-suara menuntut formalisasi syariat atau pemberlakuan budaya tertentu sebagai identitas daerah, begitu nyaring terdengar. Tak terkecuali beberapa daerah di Kalimantan Timur, yang mengaitkan diri sebagai pewaris pusat penyebaran Islam Nusantara.

Banyak orang yang sekadar jatuh dalam kubu-kubuan: pro-kontra atau setuju-tak setuju. Tetapi tak sedikit orang yang mau melihat kompleksitas persoalan.

 
Mih Wati: Dari Panggung ke Panggung
ImageMalam itu, hujan tak lagi bisa dibendung, cukup deras mengguyur wilayah Jatinegara termasuk arena pertunjukan di mana Lestari Warga Saluyu dan Mekar Munggaran berlaga. Penonton hanya satu-dua, itu pun dari mereka yang memang mangkal dan berjualan di sepanjang jalan Pisangan. Desantara sendiri kalang-kabut, kedinginan berteduh di bawah jembatan D.I. Panjaitan yang berada di antara dua panggung pertunjukan. Ketika Desantara mendekat ke arah panggung, tertangkap sorot kekhawatiran di mata sejumlah juru kawih dan penari Lestari Warga Saluyu saat beberapa lama hujan tak kunjung reda. Terdengar suara lirih Mih Wati, juru kawih utama grup ini: “ Ya Allah, ya Gusti”.
 
Perempuan Ngesti Pandhawa: " Jangan dikira kami lemah"
 Fiter mengalun pelan ditingkahi slender dan gender. Irama yang demikian ritmik pada tukikan irama pertama terdengar bunyi gong yang membahana di seluruh ruangan. Tidak berapa lama berselang, layar yang berwarna kuning keemasan terangkat perlahan-lahan, sampai kemudian panggung terlihat penuh.Di antara irama gending, berdiri tegak seorang penari dengan dandanan bercorak merah lengkap dengan pernik-pernik keemasan siap membuka pertunjukan. Di kepalanya, untuk menyempurnakan rambutnya yang rapuh terurai, ia menggunakan mahkota yang gemerlap terutama ketika tertimpa lampu panggung
 
Teori Negara
 Kaum feminis memandang negara secara berbeda-beda, namun benang merahnya adalah bagaimana menjelaskan negara itu berperan dalam penindasan terhadap perempuan, dan apakah negara mampu dibentuk untuk tujuan lebih lanjut demi kesetaraan gender.

Kalangan feminis liberal yakin bahwa sifat seksis, falosenstris, dan patriarkis itu bukanlah sifat bawaan negara demokrasi liberal. Analisis kaum ini fokus pada praktik diskriminasi yang terjadi pada kebijakan publik, kaum ini berkeyakinan bahwa sekali praktik yang seksis itu dihapuskan dan rintang penghalang dijebol dengan langkah, semacam tindakan afrimatif, bagi kaum ini negara bisa menjadi instrumen untuk mencapai kesetaraan gender.

 
Diskriminasi Sistemik
 Istilah diskriminasi merujuk pada setiap tindakan yang mengingkari perlakuan ataupun kesempatan yang sama pada individu atau kelompok berdasarkan asumsi gender, keanggotaan kelompok sosial tertentu. Pada awal periode pasca perang dunia kedua para ahli ilmu sosial semula hanya mengetengahkan diskriminasi berdasar ras yang dipahami sebagai hasil dari prasangka nilai individu. Namun pada awal tahun 1970-an seiring dikenalnya fungsionalisme struktural, istilah diskriminasi sistemik atau diskriminasi struktural pun mulai dikenal dan masuk dalam dunia literasi.
 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 23 dari 346

NAVIGASI UTAMA SITUS

Log Masuk

Login
Belum terdaftar? Daftar

New Release

 Klik disini untuk mendapatkat database Desantara tentang Hak Minoritas

Cultural Studies Center

   Klik disini untuk melihat database Desantara tentang Cultural Studies

Gabung Milis Desantara

http://desantara.org/v3/images/stories/mei2008/jarngan4.jpg
Desantara.Org: The Official Site of Desantara Foundation a better Indonesia project